Diracuni, Tokoh Oposisi Rusia Alexei Navalny Sebut Presiden Putin Terlibat
BERLIN, iNews.id - Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny menuduh Presiden Vladimir Puitn sebagai sosok di balik peracunan dirinya. Dia dirawat selama 32 hari di rumah sakit Berlin akibat keracunan.
Para ahli Jerman mengatakan, Navalny diracuni menggunakan zat kimia pelumpuh saraf Novichok berdasarkan hasil pemeriksaan di beberapa labarotorium independen Eropa.
Navalny ambruk dalam penerbangan dari Kota Tomsk menuju Moskow pada Agustus lalu. Pilot melakukan pendaratan darurat di Kota Omsk agar Navalny bisa segera mendapatkan perawatan medis. Diduga Novichok dimasukkan ke minuman yang kemudian dikonsumsinya atau terpapar ke kulit tubuhnya.
Dua hari setelah dirawat di Omsk, perawatan pria 44 tahun yang juga pengkritik Putin itu dipindah ke rumah sakit di Berlin, Jerman.
Diracuni, Tokoh Oposisi Rusia Pengkritik Presiden Putin Pulang dari RS Jerman
Dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Der Spiegel, Navalny menegaskan Putin sebagai otaknya.
"Saya menegaskan Putin berada di balik tindakan ini, saya tidak melihat adanya penjelasan lain," katanya, seperti dilaporkan kembali AFP, Kamis (1/10/2020).
Ilmuwan Pembuat Racun Novichok Minta Maaf ke Tokoh Oposisi Rusia Alexei Navalny
Ini merupakan tuduhan pertama yang dilontarkan Navalny pasca-peracunan yang nyaris merenggut nyawanya.
"Anda tidak merasakan sakit apa pun, tapi Anda sadar sedang sekarat," kata Navalny, membeberkan pengalamam terpapar racun yang dibuat di era Soviet itu.
Dia menegaskan akan kembali ke Rusia dan tidak takut dengan segala ancaman serta risiko yang akan dihadapinya.
Seorang teman sebelumnya mengatakan, Navalny membutuhkan setidaknya sebulan lagi sehingga kebugarannya kembali pulih. Setelah itu Navalny akan kembali ke Rusia untuk melanjutkan aktivitas politik.
Editor: Anton Suhartono