Digempur Puluhan Rudal Rusia, 9 Pembangkit Listrik Ukraina Rusak 2 Orang Tewas
KIEV, iNews.id – Rusia menggempur fasilitas energi di seluruh Ukraina dengan puluhan rudal pada Jumat (16/12/2022). Serangan itu menewaskan sedikitnya dua orang dan merusak sembilan pembangkit listrik di Ukraina.
“Yang sudah kami lihat, (ada) kerusakan sekitar sembilan fasilitas pembangkit. Sekarang kami masih verifikasi kerusakannya,” ujar Menteri Energi Ukraina, German Galushchenko, dalam siaran televisi nasional setempat, hari ini.
Serangan kali ini adalah yang terbaru dari serangkaian gelombang besar serangan rudal Rusia sejak Oktober lalu yang menghantam infrastruktur kritis Ukraina.
Di kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, serangan Moskow dilaporkan telah menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas energi setempat. Penduduk di kota itu pun terancam mati beku pada musim dingin ini akibat tidak adanya arus listrik untuk menyalakan alat pemanas.
Uni Eropa Sepakati Paket Sanksi Baru untuk Rusia dan Bantuan 18 Miliar Euro untuk Ukraina
Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina, Yuriy Ihnat mengatakan, Rusia menembakkan lebih dari 60 rudal pada jam sibuk di pagi hari. Militer Moskow juga mencoba mengalihkan perhatian sistem pertahanan udara Ukraina dengan menerbangkan pesawat tempur di dekat negara itu.
“Mereka ingin menghancurkan kami, dan menjadikan kami budak. Tapi kami tidak akan menyerah. Kami akan bertahan,” kata salah seorang warga, Lidiya Vasilieva (53) saat menuju tempat berlindung di stasiun kereta api Kiev.
Rusia Ancam Targetkan Sistem Rudal Patriot AS di Ukraina
“Saya ingin perang segera berakhir. Tapi saya siap menunggu selama dibutuhkan,” ucapnya kepada Reuters.
Memahami Konsep National Interest dalam Agresi Militer Rusia di Ukraina
Dua orang tewas di pusat kota Kryvyi Rih. Sementara korban ketiga tewas dalam kebakaran di Provinsi Kherson, setelah sebuah blok apartemen terkena serangan, menurut pihak berwenang.
Serangan rudal Rusia di Kryvyi Rih—kampung halaman Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky—juga melukai sedikitnya delapan orang, termasuk tiga anak kecil. “Upaya penyelamatan masih dilakukan,” kata seorang pejabat senior.
Editor: Ahmad Islamy Jamil