Diancam Bunuh oleh Wapres, Presiden Filipina Marcos Jr: Tak Boleh Dibiarkan, Lawan!
Dia melanjutkan, permasalahan ini seharusnya tidak berlarut-larut jika pertanyaan para anggota parlemen dijawab.
Meski demikian, Marcos berjanji akan terus menjalankan tugas seraya mendesak semua warga untuk bersatu demi kepentingan bangsa. Kejadian ini tak boleh membuat rakyat Filipina terpecah.
Sara sebelumnya membantah akan membunuh Marcos. Menurut dia, pernyataannya itu telah diartikan di luar konteks oleh Dewan Keamanan Nasional (NSC). Sara juga telah menyampaikan surat permintaan klarifikasi ditujukan kepada NSC.
"Saya ingin melihat salinan pemberitahuan rapat ..., daftar peserta, foto rapat, dan notulen rapat yang disahkan oleh notaris di mana Dewan (NSC), baik yang saat ini atau yang sebelumnya, memutuskan untuk mempertimbangkan pernyataan Wakil Presiden terhadap Presiden, yang ditafsirkan secara sengaja di luar konteks yang logis, sebagai masalah keamanan nasional," kata Sara.
Dia kemudian menegaskan bahwa pernyataannya bukanlah ancaman pembunuhan.
Sara juga meminta NSC untuk memberi penjelasan tertulis disertai dasar hukum dalam waktu 24 jam, mengapa dirinya tak dimasukkan dalam keanggotaan NSC. Selain itu dia juga tidak pernah diundang ke pertemuan-pertemuan dewan.