Diam-Diam, Hamas Hubungi Pemerintah Indonesia soal Pengiriman Pasukan ke Gaza
BEIRUT, iNews.id - Hamas dilaporkan telah menghubungi pemerintah Indonesia untuk menyampaikan pandangan kelompok tersebut atas rencana kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bagian dari misi internasional di bawah Pasukan Stabiliasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza.
Pejabat senior Hamas Osama Hamdan menegaskan, pada prinsipnya kelompok perlawanan Palestina tersebut menolak kehadiran pasukan asing dari negara mana pun di Gaza.
Sekalipun kehadiran pasukan internasional tak bisa dihindari, peran mereka harus dibatasi hanya di perbatasan untuk mencegah agresi Israel serta menghentikan pelanggaran gencatan senjata, tidak mencampuri urusan internal Gaza.
Pernyataan itu disampaikan Hamdan merespons pemberitaan Al Jazeera mengenai kesiapan Pemerintah Indonesia mengirim 8.000 personel TNI ke Gaza.
Seskab Teddy soal Dewan Perdamaian Bentukan Trump: RI Bisa Menarik Diri Sewaktu-waktu
Hamdan menegaskan, Hamas telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah Indonesia untuk meyakinkan bahwa pasukan internasional harus berpegang pada peran netral di perbatasan, tidak mengambil posisi yang bertentangan dengan kehendak rakyat Palestina atau mengganti peran penjajah Israel.
"Saya mendengar pesan ini dengan jelas dari pihak-pihak Indonesia, di mana mereka menegaskan tidak akan menjadi pihak yang menerapkan agenda Israel di dalam sektor tersebut, dan misi mereka harus terbatas pada pemisahan Palestina dan pasukan penjajah, dan mencegah agresi, tanpa campur tangan terhadap urusan penduduk," kata Hamdan, dalam pernyataan, dikutip Jumat (13/2/2026).
Prabowo Sampaikan Strategi RI Bela Palestina lewat Dewan Perdamaian Bentukan Trump