Deretan Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja: Sengketa Berdarah yang Tak Kunjung Usai
Serangan terjadi di sepanjang perbatasan hutan dan situs-situs bersejarah yang diklaim oleh kedua negara. Meskipun Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan zona demiliterisasi dan penarikan pasukan, kedua negara tetap mempertahankan kehadiran militer hingga saat ini.
Pada November 2013, ICJ kembali mengeluarkan putusan bahwa seluruh wilayah kuil Preah Vihear adalah bagian dari Kamboja. Thailand diminta menarik semua personel militernya dari wilayah tersebut.
Namun, keputusan ini tidak diterima secara utuh oleh Thailand dan menciptakan ketegangan diplomatik baru yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi konflik bersenjata.
Sejak Mei 2025, ketegangan kembali meningkat setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak lintas batas. Situasi memanas dan mencapai puncaknya pada 24 Juli setelah Kamboja menempatkan ranjau darat di wilayah sengketa.
Enam tentara Thailand terkena ranjau, dua di antaranya kehilangan anggota tubuh.