Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pakistan Indikasikan AS-Iran Segera Teken Perjanjian Damai
Advertisement . Scroll to see content

Demonstrasi di Amerika Serikat

Senin, 01 Juni 2020 - 08:22:00 WIB
Demonstrasi di Amerika Serikat
Deden Rukmana. (Foto: Dok. pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Demonstrasi terhadap hak-hak sipil

Diberlakukannya Civil Right Act of 1964 dan Voting Right Act of 1965 untuk menghapus Peraturan Jim Crow yang diskriminatif tersebut berawal dari demonstrasi yang dilakukan oleh orang hitam di AS yang menuntut hak-hak sipilnya yang dilakukan hampir sepuluh tahun.

Demonstrasi-demonstrasi tersebut berlangsung secara tertib, baik yang dilakukan secara individual maupun massal. Demonstrasi secara individual misalnya yang ditunjukkan Rosa Parks, seorang perempuan hitam di Montgomery, Alabama yang menolak untuk menyerahkan kursinya di bus kota ke lelaki putih pada 1 Desember 1955. Sementara, demonstrasi massal seperti yang dipimpin oleh Martin Luther King Jr di Washington DC dan dihadiri lebih dari 200.000 orang pada 28 Agustus 1963.

Tanpa suara-suara dan demonstrasi yang disampaikan oleh orang-orang hitam tersebut, penghapusan Hukum Jim Crow yang diskriminatif tidak akan terjadi. Demonstrasi-demonstrasi tersebut tentunya mendapatkan juga perlawanan dan opresi oleh institusi dan orang-orang putih di berbagai tempat.

Melalui proses yang panjang dan juga dukungan dari politisi berkulit putih yang lebih terbuka misalnya John F Kennedy dan Lyndon B Johnson, akhirnya demonstrasi tersebut menghasilkan perubahan hak-hak sipil orang hitam di AS.

Ketidakadilan dalam sistem hukum pidana

Film dokumentasi berjudul "13th" yang diproduksi Netflix pada 2016 menceritakan bagaimana sistem politik dan kebijakan di AS melakukan kriminalisasi terhadap orang hitam. Film ini menceritakan terjadinya ketidakadilan hukum pidana bagi orang Hitam. Setelah berakhirnya perang saudara, orang hitam dihukum secara tidak adil, masuk penjara dan bekerja tanpa upah untuk kepentingan negara bagian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut