Demonstrasi di Amerika Serikat
Demonstrasi terhadap hak-hak sipil
Diberlakukannya Civil Right Act of 1964 dan Voting Right Act of 1965 untuk menghapus Peraturan Jim Crow yang diskriminatif tersebut berawal dari demonstrasi yang dilakukan oleh orang hitam di AS yang menuntut hak-hak sipilnya yang dilakukan hampir sepuluh tahun.
Demonstrasi-demonstrasi tersebut berlangsung secara tertib, baik yang dilakukan secara individual maupun massal. Demonstrasi secara individual misalnya yang ditunjukkan Rosa Parks, seorang perempuan hitam di Montgomery, Alabama yang menolak untuk menyerahkan kursinya di bus kota ke lelaki putih pada 1 Desember 1955. Sementara, demonstrasi massal seperti yang dipimpin oleh Martin Luther King Jr di Washington DC dan dihadiri lebih dari 200.000 orang pada 28 Agustus 1963.
Tanpa suara-suara dan demonstrasi yang disampaikan oleh orang-orang hitam tersebut, penghapusan Hukum Jim Crow yang diskriminatif tidak akan terjadi. Demonstrasi-demonstrasi tersebut tentunya mendapatkan juga perlawanan dan opresi oleh institusi dan orang-orang putih di berbagai tempat.
Melalui proses yang panjang dan juga dukungan dari politisi berkulit putih yang lebih terbuka misalnya John F Kennedy dan Lyndon B Johnson, akhirnya demonstrasi tersebut menghasilkan perubahan hak-hak sipil orang hitam di AS.
Ketidakadilan dalam sistem hukum pidana
Film dokumentasi berjudul "13th" yang diproduksi Netflix pada 2016 menceritakan bagaimana sistem politik dan kebijakan di AS melakukan kriminalisasi terhadap orang hitam. Film ini menceritakan terjadinya ketidakadilan hukum pidana bagi orang Hitam. Setelah berakhirnya perang saudara, orang hitam dihukum secara tidak adil, masuk penjara dan bekerja tanpa upah untuk kepentingan negara bagian.