Demonstran Myanmar yang Tewas Ditembak Jadi 13 Orang, Terdengar Letupan Senjata Otomatis
Di Yangon, saksi mata mengatakan sedikitnya tiga orang tewas setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan menggunakan senjata otomatis pada sore hari.
"Saya mendengar banyak tembakan terus menerus. Saya berbaring di tanah, mereka terus menembak dan saya melihat dua orang tewas di tempat," kata demonstran, Kaung Pyae Sone Tun.
Dia menambahkan, beberapa korban luka langsung dibawa demonstran lain ke rumah sakit.
Sementara dua orang tewas lainnya berada di Kota Mandalay. Dua korban tewas lainnya berada di Kota Hpakant dan satu di Myingyan.
Dengan demikian sedikitnya 35 demonstran tewas sejak kudeta penggulingan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.
"Negara ini seperti Lapangan Tiananmen di sebagian besar kota besar," kata Uskup Agung Yangon, Kardinal Charles Maung Bo, dalam cuitan Twitter, merujuk pada demonstrasi berdarah di Beijing, China, yang dipimpin mahasiswa pada 1989.
Editor: Anton Suhartono