Bos Perusahaan Bagikan Bonus Rp400 Miliar, Bantu Karyawan Bayar Cicilan
Jika digabungkan dengan bonus yang ditransfer kepada karyawan, total pembagian bonus akhir tahun perusahaan tersebut mencapai lebih dari 180 juta yuan. Angka itu setara hampir 70 persen dari total laba perusahaan pada 2025 yang dilaporkan sebesar 270 juta yuan.
Sistem Penggantian Baterai Makin Diminati Pengguna Mobil Listrik di China, Lebih Cepat dari Charging
Didirikan pada September 2002, perusahaan ini kini beroperasi di lebih dari 130 negara. Cui Peijun tercatat menguasai sekitar 98,88 persen saham perusahaan.
Pada 2024, perusahaan membukukan laba bersih 260 juta yuan dan 170 juta yuan di antaranya dibagikan kepada karyawan. Bahkan pada peringatan Hari Perempuan Internasional Maret tahun lalu, perusahaan menggelontorkan hampir 1,6 juta yuan sebagai bonus bagi 2.000 karyawan perempuan.
China Larang Setir Setengah Roda, Tesla Kena Imbas?
Kebiasaannya membagikan uang tunai dalam jumlah besar membuat Cui dijuluki warganet sebagai "bos yang paling suka membagi-bagikan uang". Namun, dia menepis anggapan tersebut dan menegaskan dirinya memahami kesulitan finansial yang dihadapi para karyawan. Dia berharap bisa membantu para karyawannya membayar cicilan.