Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Bertemu 12 Pengusaha Ternama AS, Tegaskan Indonesia Bukan Lagi Raksasa Tidur
Advertisement . Scroll to see content

Blak-blakan, Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:09:00 WIB
Blak-blakan, Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran
Donald Trump mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran jika kesepakatan program nuklir tidak tercapai (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran jika kesepakatan program nuklir tidak tercapai. AS dan Iran telah melakukan dua putaran perundingan nuklir, namun hingga kini belum ada tanda-tanda menuju kesepakatan.

"Yang bisa saya sampaikan, saya sedang mempertimbangkannya," kata Trump, saat ditanya jurnalis apakah dia mempertimbangkan serangan ke Iran jika kesepakatan tidak tercapai, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (21/2/2026).

Pernyataan itu disampaikan ketika Iran memberi sinyal segera menyerahkan rancangan program nuklir kepada AS.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada MSNBC, Teheran sedang menyiapkan rancangan proposal untuk pembicaraan nuklir.

"Langkah selanjutnya bagi saya adalah menyampaikan rancangan kesepakatan kepada rekan-rekan saya di AS. Saya percaya dalam 2 atau 3 hari ke depan akan siap, dan setelah konfirmasi akhir oleh pimpinan saya, itu akan diserahkan," kata Araghchi.

Dia menambahkan, perundingan nuklir dengan AS bertujuan untuk mencapai kesepakatan segera yang memuaskan kedua pihak. Araghchi juga membantah klaim ultimatum dari Teheran terhadap Washington.

Araghchi menegaskan tidak ada permintaan dari Iran untuk mengakhiri program pengayaan uranium.

“Kami tidak menawarkan penangguhan apa pun, dan pihak AS tidak meminta nol pengayaan (uranium),” katanya, seraya menambahkan negosiasi berfokus pada menjaga program nuklir Iran tetap damai dan berkelanjutan.

Sikap tersebut kontras dengan tuntutan AS, termasuk pernyataan berulang kali Presiden Donald Trump, yang bersikeras Iran tidak boleh memperkaya uranium pada tingkat apa pun.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut