Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dihukum Trump dengan Tarif 10% gegara Greenland, Belanda: Pemerasan!
Advertisement . Scroll to see content

Industri Prostitusi Belanda yang Tak Lagi Bergairah di tengah Pandemi

Kamis, 23 Juli 2020 - 10:28:00 WIB
Industri Prostitusi Belanda yang Tak Lagi Bergairah di tengah Pandemi
Salah satu hotel di distrik merah De Wallen, Amsterdam (foto: Getty Images)
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Belanda mulai melonggarkan aturan lockdown sejak Juni lalu, sementara industri prostitusi sudah diberi lampu hijau untuk kembali beroperasi pada awal Juli ini dari yang awalnya direncanakan baru dibuka pada September mendatang.

Meskipun bisa memutar roda usahanya dengan memperhatikan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, mencuci angan, serta membatasi kontak fisik, masih banyak pekerja seks yang enggan kembali karena khawatir tertular Covid-19.

Hal ini diungkapkan Eric Hammaker, seorang pemilik gerai di distrik merah De Wallen yang juga membawahi beberapa pekerja seks. Hammaker mengatakan geliat di De Wallen sangat bergantung pada kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara.

Jika sampai beberapa bulan kedepan pandemi masih berdampak pada sektor pariwisata dan jasa perjalanan, besar kemungkinan perekonomian distrik merah De Wallen mengalami 'resesi'.

"Beberapa perempuan telah keluar dari industri ini. Mereka takut risiko terinfeksi Covid-19 dan kekhawatiran umum mengenai pemasukan," kata Hamaker.

"Tanpa turisme tidak akan mungkin bagi sejumlah perempuan pekerja seks bisa mendapatkan penghasilan melimpah seperti sebelumnya. Setidaknya 70 persen pemasukan distrik ini berasal dari turisme," lanjutnya.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut