Berlebihan! Bocah 10 Tahun Ditangkap Polisi gara-gara Pipis di Belakang Mobil Ibunya
Kepada ibunya, Quantavious mengatakan bahwa dia merasa takut dengan seluruh kejadian itu. Dia pun mulai menangis ketika polisi datang untuk mengeluarkannya dari kendaraan.
“Mereka membawa saya ke sana dan mengeluarkan saya dari mobil. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya menjadi takut dan mulai gemetar, saya pikir saya akan masuk penjara,” kata bocah itu.
Menurut New York Post, bocah itu betul-betul dibawa ke penjara dan kemudian dipulangkan lagi bersama ibunya. Anak itu tidak diborgol selama berlangsungnya insiden itu. “Itu benar-benar bisa membuat anak saya trauma. Anak saya bisa sampai pada titik di mana dia tidak ingin bertemu dengan polisi untuk waktu yang lama,” ucapnya.
Kepala polisi setempat, Richard Chandler megatakan, undang-undang yang berlaku di Negara Bagian Mississippi mengatur bahwa aparat penegak hukum dapat melaporkan anak-anak berusia tujuh tahun jika mereka membutuhkan pengawasan. Polisi juga dapat menindak anak berusia 10 tahun jika melakukan perbuatan ilegal untuk ukuran orang dewasa.
Dia menjelaskan, pemindahan anak-anak dari tempat kejadian perkara tergantung pada beberapa faktor. Dalam kasus Quantavious, seorang polisi menyaksikan sendiri seorang anak berusia 10 tahun melakukan tindakan di depan umum yang ilegal bagi orang dewasa dalam keadaan ini.
Akan tetapi, kata Chandler, ada kesalahan penilaian untuk mengirimkan bocah tersebut ke kantor polisi. Sebab, pada waktu kejadian orang tua anak itu hadir di lokasi, sehingga polisi hanya perlu memberikan peringatan kepada pelanggar.
Editor: Ahmad Islamy Jamil