Bejat, Janda Ini Bantu Kekasih Perkosa Putrinya dengan Cara Memegangi Kaki
"(Pelaku perempuan) telah merampas hak korban untuk mendapatkan perlindungan dari seorang ibu. (Laki-laki) Melakukan perbuatan seksual menjijikkan terhadap korban yang usianya 50 tahun lebih muda daripadanya," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum, Kumaresan Gohulabalan, dikutip dari The Straits Times.
Pelaku pria didakwa dengan sembilan tuduhan serangan seksual melalui penetrasi, dua tuduhan pelanggaran kesopanan, tiga tuduhan eksploitasi seksual, dan satu tuduhan memperlihatkan video porno kepada anak di bawah umur.
Sementara itu ibu korban didakwa dengan sembilan tuduhan bersekongkol dengan pelaku untuk melakukan penetrasi seksual kepada korban, tiga tuduhan bersekongkol dengan pelaku untuk melakukan eksploitasi seksual terhadap korban, dan satu tuduhan memperlihatkan video porno kepada anak di bawah umur.
Disebutkan, korban pertama kali berkenalan dengan pelaku pada 2009 atau saat masih duduk di kelas 2 SD. Perkenalan mereka melalui kakak laki-laki korban yang menjadi anggota rombongan barongsai yang dilatih pria tersebut. Di samping itu pelaku juga menjalankan praktik pijat tradisional China.
Ibu korban sering mengunjungi pria itu secara rutin di kuil untuk dipijat bersama putrinya. Selain itu ibu korban juga belajar cara melakukan tui na, terapi tradisional China.
Pada 2011, pria tersebut mulai datang ke rumah perempuan itu untuk praktik pijat, termasuk kepada korban. Setahun kemudian pelecehan seksual terhadap korban mulai terjadi. Pelaku meminta korban menanggalkan semua pakaian, berbeda dengan sebelumnya, dengan dalih menyembuhkan menstruasi yang tidak teratur. Bahkan pelecehan terjadi atas restu dan bantuan ibunya.