Beda dengan Trump, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Punya Banyak Rudal dan Drone untuk Perang
Perkiraan intelijen tersebut mungkin mencakup fasilitas peluncur rudal yang saat ini tidak digunakan, seperti terkubur di bawah tanah akibat serangan udara namun belum hancur.
Soal sistem pertahanan udara Iran di Selat Hormuz yang tak terdampak serangan AS-Israel, hal itu tampaknya sejalan dengan strategi untuk tidak memprioritaskan infrastruktur militer pantai dalam kampanye udara, meski beberapa target maritim telah dihantam.
Rudal-rudal itu merupakan aset penting bagi Iran, yang memungkinkan mereka mengancam pelayaran di Selat Hormuz.
Hasil intelijen terbaru ini menyajikan pandangan lebih akurat tentang sisa kekuatan militer Iran, berbeda dengan klaim kemenangan yang dibuat Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya.
Dalam pidato pada Rabu (1/4/2026), Trump mengatakan kemampuan Iran untuk mengerahkan rudal dan drone telah berkurang secara signifikan. Dia menyebut fasilitas senjata dan sistem peluncuran telah dihancurkan dan sangat sedikit yang tersisa.
Komando Pusat AS (Centom) menyebutkan, pasukan AS telah menyerang lebih dari 12.300 target di Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury pada 28 Februari.
Editor: Anton Suhartono