Bayang-Bayang Penjajahan Ulang Gaza, Israel Enggan Ulangi Penarikan 2005
Sebagai gantinya, Israel berencana membentuk unit militer-sipil bernama Nahal di Gaza. Unit ini akan melibatkan warga sipil relawan yang bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sebuah skema yang dinilai sebagai upaya mempertahankan kehadiran jangka panjang tanpa secara resmi membangun permukiman.
Pernyataan Katz yang menyebut unit Nahal akan menggantikan keberadaan warga Israel di Gaza merujuk langsung pada penarikan pemukiman Yahudi pada 2005, ketika Israel menarik seluruh pemukim dan militernya dari wilayah tersebut.
“Kami tidak memercayai siapa pun selain mereka untuk melindungi warga kami,” ujarnya.
Langkah ini dinilai bertentangan dengan rencana damai Trump yang melarang pembangunan permukiman sipil Israel di Gaza. Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali membantah adanya rencana pembangunan kembali permukiman Yahudi di wilayah tersebut.
Namun, tekanan dari kelompok ultra-nasionalis dalam koalisi pemerintahan Netanyahu terus menguat, mendorong wacana pendudukan ulang Gaza dan mempertahankan kontrol militer permanen.
Nahal dikenal sebagai unit yang menggabungkan program persiapan pra-militer, pengabdian sukarela selama 1 tahun, serta dinas militer aktif di IDF. Kehadirannya di Gaza memicu kekhawatiran baru terkait masa depan gencatan senjata dan stabilitas kawasan.
Editor: Anton Suhartono