Batalyon Keji Israel Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab Bernasib Buruk, 4 Komandan Tewas dan Luka
Namun ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya juga ditembaki. Rajab, anggota keluarganya, serta dua petugas medis kemudian menghilang sebelum jasad mereka ditemukan 12 hari kemudian.
Pada Mei 2025, Yayasan Hind Rajab yang berbasis di Belgia melaporkan, mantan komandan Batalyon ke-52, Daniel Ela, serta Komandan Brigade Lapis Baja ke-401 Kolonel Beni Aharon ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Keduanya dituduh terlibat dalam kejahatan perang terkait kematian Hind Rajab, keluarganya, dan kru ambulans.
Kematian Ben Simhon menambah daftar panjang pergantian komandan di batalyon tersebut. Pada April 2026, Daniel Ela dipanggil kembali untuk bertugas sementara di Lebanon Selatan setelah komandan batalyon lainnya terluka.
Ela juga mengalami luka saat bertugas di Gaza pada Juli 2024. Posisinya kemudian digantikan Letnan Kolonel Yehuda Shalev yang juga menderita luka serius pada Oktober tahun yang sama. Komandan berikutnya yang bertugas di Lebanon juga mengalami luka sebelum akhirnya Ben Simhon mengambil alih jabatan tersebut.
Hasil penyelidikan Al Jazeera yang diterbitkan pada Oktober 2025 mengidentifikasi Ela dan Aharon sebagai perwira yang diduga terlibat dalam pembunuhan Hind Rajab, anggota keluarganya, serta petugas medis yang berupaya menyelamatkan mereka.
Editor: Anton Suhartono