Bandingkan Pelajar China dengan Anak Anjing, Kedubes AS Minta Maaf
Seorang juru bicara kedubes AS mengatakan, posting-an itu tidak bermaksud untuk menghina, namun hanya ingin menunjukkan keceriaan dan pesan lucu. Oleh karena memicu kemarahan, kedubes menghapusnya.
“Kami sangat menghormati semua orang China, termasuk pelajar. Kami meminta maaf jika ada yang tersinggung, tentu itu bukan niat kami,” kata juru bicara tersebut, kepada South China Morning Post (SCMP).
Komikus Liu Ludong, yang memiliki hampir 6,5 juta pengikut di Weibo, mengatakan, AS mengolok-olok para intelektual China dengan posting-an rasis.
"Menurut konvensi Amerika, membandingkan siswa China di luar negeri dengan anjing, ini pasti bentuk diskriminasi rasial," kata Liu.
Di tengah derasnya kecaman ada pula netizen yang yang menganggap apa yang dilakukan Kedubes AS sebagai kesalahpahaman budaya.
Cendekiawan China yang berbasis di AS, Qiao Mu, mengatakan istilah anjing dalam budaya AS cenderung positif, sedangkan dalam idiom China, sebagian besar negatif.
“Perbandingan ini tidak sesuai secara budaya dan menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian orang. Mungkin mereka membuat kesalahan dalam menggunakan ekspresi," kata Qiao.
Editor: Anton Suhartono