Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : The Changcuters Tur Inggris April 2026, Hijrah ke London Jadi Kenyataan!
Advertisement . Scroll to see content

Australia Siap Gelontorkan Rp47 Triliun untuk Bangun Kapal Selam Nuklir AUKUS

Jumat, 22 Maret 2024 - 14:05:00 WIB
Australia Siap Gelontorkan Rp47 Triliun untuk Bangun Kapal Selam Nuklir AUKUS
Para pejabat Inggris, Australia, dan Amerika Serikat meninjau proses pembangunan kapal selam nuklir, saat berkunjung ke Galangan Kapal Osborne di Adelaide, Australia, Jumat, 22 Maret 2024. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Kapal selam kelas Virginia untuk Australia itu sebagian besar akan dirancang oleh Inggris dan akan dilengkapi dengan sistem persenjataan Amerika.

Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles mengatakan, perjanjian tersebut menunjukkan bahwa program kapal selam nuklir akan terpenuhi tepat waktu. Dia pun yakin, kontrak tersebut juga akan menciptakan kemampuan produksi baru bagi para mitra AUKUS (istilah yang mengacu pada aliansi militer Australia, Inggris, dan Amerika Serikat).

“Jalan Australia untuk memperoleh kemampuan kapal selam bertenaga nuklir di bawah bendera AUKUS sedang berlangsung, dan hasilnya adalah manufaktur paling maju di negara ini dan juga salah satu paling maju di dunia,” kata Marles kepada wartawan di Galangan Kapal Osborne di Adelaide, Jumat (22/3/2024).

Lewat kontrak tesebut, Australia bakal mengakuisisi setidaknya tiga kapal selam nuklir AS mulai awal 2030-an, berdasarkan perjanjian AUKUS.

“Australia, Inggris, dan Amerika Serikat tetap berkomitmen penuh terhadap upaya bersama ini,” demikian bunyi pernyataan trilateral bersama dari Marles, Shapps, dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Jumat.

“Langkah-langkah untuk mengembangkan kemampuan konstruksi dan pemeliharaan kapal selam Australia ini sangat penting bagi kemitraan AUKUS, memperluas kapasitas industri trilateral dan membangun ketahanan kolektif mitra AUKUS untuk memproduksi dan mempertahankan kapal selam bertenaga nuklir yang dipersenjatai secara konvensional selama beberapa dekade mendatang.”

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut