Australia Siap Gelontorkan Rp47 Triliun untuk Bangun Kapal Selam Nuklir AUKUS
LONDON, iNews.id – Australia siap menggelontorkan dana sebesar 3 miliar dolar AS (lebih dari Rp47,3 triliun) kepada industri Inggris untuk mendukung pembangunan kapal selam bertenaga nuklir. Negeri kanguru pun ingin memastikan armada baru untuk angkatan lautnya itu tiba tepat waktu.
AP melansir, pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah kedua negara menandatangani pakta pertahanan dan keamanan sebagai persiapan untuk menghadapi tantangan maritim, seperti peningkatan aktivitas militer China di Laut China Selatan dan Pasifik Selatan. Menteri Pertahanan Inggris, Grant Shapps mengatakan, program pembangunan kapal selam itu memang mahal tapi diperlukan.
“Kapal selam bertenaga nuklir tidaklah murah, tapi kita hidup di dunia yang jauh lebih berbahaya di mana kita melihat (situasi) kawasan yang jauh lebih tegang dengan China, (serta) dunia yang jauh lebih berbahaya dengan apa yang terjadi di Timur Tengah dan Eropa,” kata Shapps kepada lembaga penyiaran Australia, ABC.
“Negara-negara perlu berinvestasi untuk memastikan bahwa musuh melihat bahwa kita serius mengenai keamanan kita, membela kebebasan pelayaran, misalnya,” ujarnya.
Konflik dengan China Memanas, Filipina Akhirnya Beli Kapal Selam
Kontrak pengadaan kapal selam nuklir Australia tertuang dalam kesepakatan 10 tahun yang diumumkan pada pertemuan tahunan para menteri. Proyek itu akan meningkatkan kapasitas di pabrik Rolls-Royce di Derby, Inggris, untuk membangun reaktor nuklir yang akan menggerakkan kapal selam yang rencananya dibangun oleh BAE Systems di Adelaide, Australia.
Kapal selam kelas Virginia untuk Australia itu sebagian besar akan dirancang oleh Inggris dan akan dilengkapi dengan sistem persenjataan Amerika.
Australia Tak Janjikan Dukungan kepada AS terkait Taiwan dalam Kesepakatan Kapal Selam AUKUS
Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles mengatakan, perjanjian tersebut menunjukkan bahwa program kapal selam nuklir akan terpenuhi tepat waktu. Dia pun yakin, kontrak tersebut juga akan menciptakan kemampuan produksi baru bagi para mitra AUKUS (istilah yang mengacu pada aliansi militer Australia, Inggris, dan Amerika Serikat).
“Jalan Australia untuk memperoleh kemampuan kapal selam bertenaga nuklir di bawah bendera AUKUS sedang berlangsung, dan hasilnya adalah manufaktur paling maju di negara ini dan juga salah satu paling maju di dunia,” kata Marles kepada wartawan di Galangan Kapal Osborne di Adelaide, Jumat (22/3/2024).
China Sebut AUKUS Dapat Picu Perlombaan Senjata di Kawasan Asia Pasifik
Lewat kontrak tesebut, Australia bakal mengakuisisi setidaknya tiga kapal selam nuklir AS mulai awal 2030-an, berdasarkan perjanjian AUKUS.
“Australia, Inggris, dan Amerika Serikat tetap berkomitmen penuh terhadap upaya bersama ini,” demikian bunyi pernyataan trilateral bersama dari Marles, Shapps, dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Jumat.
“Langkah-langkah untuk mengembangkan kemampuan konstruksi dan pemeliharaan kapal selam Australia ini sangat penting bagi kemitraan AUKUS, memperluas kapasitas industri trilateral dan membangun ketahanan kolektif mitra AUKUS untuk memproduksi dan mempertahankan kapal selam bertenaga nuklir yang dipersenjatai secara konvensional selama beberapa dekade mendatang.”
Editor: Ahmad Islamy Jamil