ASEAN Dukung Indonesia Lanjutkan Dialog demi Akhiri Krisis Myanmar
Presiden Jokowi pada Senin (8/5/2023) kembali menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo. Jokowi mengatakan, serangan terhadap AHA Centre dan tim pemantau ASEAN tidak akan menyurutkan tekad Indonesia dan ASEAN untuk terus menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar.
Situasi keamanan Myanmar makin buruk sejak militer pada Februari 2021 menjatuhkan pemerintahan terpilih, yang dipimpin Aung San Suu Kyi, melalui kudeta. ASEAN telah mendesak junta militer untuk menerapkan rencana perdamaian Konsensus Lima Poin yang disepakati pada April 2021.
Konsensus itu menyerukan antara lain penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, dan mengizinkan pemberian bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Selasa (9/5//2023) mengatakan, implementasi dari Konsensus Lima Poin telah dibahas bersama para menlu ASEAN menjelang KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo.
Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia memilih untuk melakukan diplomasi senyap (quiet diplomacy) dalam menyelesaikan krisis Myanmar. Retno menyebut langkah itu ditempuh untuk memberikan ruang bagi para pihak dalam membangun kepercayaan dan membuka komunikasi.
ASEAN, yang didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, saat ini beranggotakan 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Myanmar, serta Vietnam.
ASEAN saat ini sedang mempersiapkan peta jalan bagi Timor Leste untuk menjadi anggota ke-11 organisasi regional tersebut secara penuh.
Editor: Ahmad Islamy Jamil