AS Tuduh Programer Korut sebagai Pelaku Serangan Virus WannaCry
WASHINGTON, iNews.id - Masih ingat dengan serangan virus WannaCry yang membuat heboh dunia. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menuduh seorang programer Korea Utara (Korut), Park Jin Hyok, sebagai pelakunya.
Washington menuduh Park bekerja atas perintah negara. Pemerintah AS beberapa kali menuduh rezim Kim Jong Un Korut sebagai dalang dari salah satu serangan siber terbesar ini.
Beberapa tuduhan yang ditujukan terhadap Park adalah penyebaran virus WannaCry 2.0, peretasan terhadap Sony Pictures pada 2014, serta peretasan bank central Bangladesh pada 2016.
(Park Jin Hyok/Foto: AFP)
Kementerian Kehakiman dan Kementerian Keuangan AS menyatakan, Park merupakan bagian dari konspirasi yang mendalangi peretasan atas nama Pemerintah Korut atau partai berkuasa, Partai Pekerja Korea.
Kementerian kehakiman akan melayangkan gugatan atas peretasan yang dilakukan Park, sementara kementerian keuangan akan menjatuhkan sanksi terhadapnya serta perusahaan milik pemerintah Korut, Chosun Expo Joint Venture.
"Korut telah menunjukkan pola aktivitas yang mengganggu dan berbahaya di dunia maya, serta tidak konsisten dengan kesepakatan yang berkembang tentang tanggung jawab negara dalam berperilaku di dunia maya," buniy pernyataan kementerian keuangan, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Jumat (7/9/2018).
"Kebijakan kami adalah meminta pertanggungjawaban Korut dan menunjukkan kepada pemerintah bahwa ada harga yang harus dibayar atas tindakan provokatif dan tidak bertanggung jawab ini."
Pada 2014, pejabat AS menuduh hacker Korut, yang saat itu tak disebutkan identitasnya, bertanggung jawab atas serangan siber masif terhadap Sony Pictures yang mengakibatkan kebocoran dokumen dan data internal.
Serangan itu terjadi setelah Pyongyang mengirim surat kepada PBB, menuntut agar Sony tidak melanjutkan film 'The Interview' yang bercerita soal pembunuhan Kim Jong Un atas dukungan AS.
Lalu peretasan bank sentral Bangladesh menyebabkan setidaknya 81 juta dolar AS dicuri dan ditransfer ke sejumlah rekening di Filipina serta tempat lain. Sebagian besar dari uang itu tidak dikembalikan.
Gugatan ini dilayangkan di saat Washington berupaya mendekati rezim Kim Jong un agar mau mempercepat denuklirisasi.
Melalui Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Chung Eui Yong, Kim mengatakan siap melucuti senjata nuklirnya serta menyudahi permusuhan dengan AS sebelum Donald Trump mengakhiri periode pertama pemerintahannya pada awal 2021.
Trump merespons dengan sumringah, "Kim Jong Un dari Korea Utara memproklamirkan 'keyakinan yang tak tergoyahkan terhadap Presiden Trump.' Terima kasih kepada pemimpin Kim. Kami akan menyelesaikannya bersama!"
Editor: Anton Suhartono