AS Ragu Otoritas Palestina Mampu Memerintah di Gaza, tapi Juga Tak Mau Hamas Berkuasa
“Saat kita berjuang untuk perdamaian, Gaza dan Tepi Barat seharusnya dipersatukan di bawah struktur pemerintahan tunggal,” kata Biden seperti dilansir dari Reuters, 19 November lalu.
Sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel harus mempertahankan tanggung jawab militer secara keseluruhan di Gaza jika perang dengan Hamas sudah selesai.
Palestina pertama kali menggelar pemilu pada 2006. Kala itu, Hamas keluar sebagai pemenang dengan perolehan 74 dari total 132 kursi Parlemen Palestina. Sementara Fatah sebagai partai penguasa hanya mendapat 45 kursi.
Pascapemilu yang berlangsung demokratis tersebut, pemerintahan Hamas di Palestina mendapat gangguan dari pihak asing, terutama Israel. Sementara di internal Palestina sendiri, konflik antara Hamas dan Fatah tak terelakkan. Sebagai hasilnya, Hamas hanya mengendalikan Jalur Gaza, sedangkan Fatah memerintah di Tepi Barat.
Editor: Ahmad Islamy Jamil