AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran, Perusahaan Uni Emirat dan China Ikut Keseret
Pompeo memperingatkan, cakupan sanksi diberikan kepada perusahaan mana pun di dunia terkait perdagangan bahan logam kepada Iran. Departemen Luar Negeri (Deplu) AS memantaunya.
Perusahaan-perusahaan tersebut dengan sengaja mentransfer 15 bahan yang menurut deplu digunakan sehubungan dengan program senjata nuklir, militer, atau rudal balistik Iran, termasuk aluminium dan baja tertentu.
Selama 4 tahun menjabat, Trump memaksa Iran kembali ke pembicaraan program rudal nuklir dan balistik serta aktivitasnya di Timur Tengah.
Trump pada Mei 2018 membawa AS keluar dari kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan Iran. Sejak itu AS memberlakukan serangkaian sanksi.
Namun presiden AS terpilih Joe Biden, yang akan menggantikan Trump pada Rabu (20/1/2021), mengatakan akan kembali ke pakta nuklir 2015 jika Iran mematuhinya.
Editor: Anton Suhartono