AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Vance mengungkapkan terdapat kemajuan signifikan dalam perundingan antara AS dan Iran yang berlangsung di Burgenstock, Swiss. Delegasi kedua negara bertemu untuk melanjutkan negosiasi setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai pada Rabu pekan lalu.
"Kita telah mencapai kemajuan besar hanya dalam beberapa jam terakhir, dan saya berharap akan ada kemajuan tambahan," kata Vance, dikutip dari Anadolu, Senin (22/6/2026).
Vance memimpin delegasi AS yang didampingi utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta penasihat Gedung Putih Jared Kushner. Sementara delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi bersama Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Perundingan tersebut dimediasi Pakistan dan Qatar. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersama Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani membuka pembicaraan yang bertujuan mengimplementasikan MoU perjanjian damai yang ditandatangani pada 17 Juni.
Vance menyebut pertemuan di Swiss sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya pejabat tinggi AS dan Iran bertemu di luar Pakistan dalam rangka membahas implementasi kesepakatan damai. Sebelumnya, perundingan di Islamabad belum berhasil menghasilkan kesepakatan.
Dia juga menegaskan Presiden Donald Trump berkomitmen mendorong terwujudnya gencatan senjata penuh di Timur Tengah.
“Kami menemukan mitra yang hebat dalam bekerja sama dengan Qatar, Pakistan, serta teman-teman kami di Israel. Kita semua bekerja menuju perdamaian regional," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono