Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Alasan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai Konflik dengan Iran, bukan Turki
Advertisement . Scroll to see content

AS-Iran Berunding Hari Ini, Trump Bujuk Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon

Jumat, 10 April 2026 - 09:51:00 WIB
AS-Iran Berunding Hari Ini, Trump Bujuk Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon
Donald Trump membujuk Benjamin Netanyahu untuk menahan serangan Israel ke Lebanon menjelang negosiasi damai dengan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membujuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan serangan ke Lebanon menjelang negosiasi damai dengan Iran yang digelar di Pakistan, Jumat (10/4/2026). 
Permintaan itu disampaikan langsung Trump dalam percakapan telepon, sebagai upaya meredakan ketegangan di kawasan sebelum perundingan berlangsung.

“Saya berbicara dengan Bibi (panggilan akrab Netanyahu), dan dia akan menahan diri dari hal itu (serangan di Lebanon). Saya percaya kita harus lebih menahan diri,” ujar Trump, menegaskan pentingnya pengendalian diri jelang proses diplomasi berlangsung.

Langkah tersebut muncul di tengah rencana perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Ibu Kota Islamabad. Upaya menekan Israel dinilai krusial untuk menciptakan suasana kondusif agar negosiasi tidak terganggu eskalasi konflik di Lebanon.

Sebelumnya, Trump sempat berubah sikap terkait posisi Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Awalnya dia dilaporkan menyetujui memasukkan Lebanon dalam skema tersebut, namun kemudian berbalik arah setelah berbicara dengan Netanyahu.

Padahal, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah meyakinkan Trump bahwa Lebanon perlu dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata. Pakistan berperan sebagai mediator dalam konflik antara AS dan Iran.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut