AS Beri Lagi Ukraina Bantuan Militer Rp11,49 Triliun, Ada Heli Mi-17 untuk Afghanistan Juga
Paket bantuan yang dikucurkan AS ke Ukraina juga mencakup 11 helikopter Mi-17. Sedianya, kendaraan militer itu dialokasikan Washington DC untuk Afghanistan, sebelum pemerintahan Kabul yang didukung AS diruntuhkan Taliban tahun lalu.
Bantuan militer dari Amerika juga termasuk 18 howitzer 155mm, bersama dengan 40.000 peluru artileri, radar kontraartileri, 200 pengangkut personel lapis baja, dan 300 drone Switchblade tambahan.
Ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat memberikan howitzer ke Ukraina.
Juru Bicara Pentagon (Departemen Pertahanan AS), John Kirby mengatakan, beberapa sistem senjata seperti howitzer dan radar, harus digunakan oleh tenaga yang terlatih. Karena itu, pihaknya akan memberikan pelatihan tambahan untuk pasukan Ukraina yang tidak terbiasa menggunakan peralatan militer Amerika.
Bantuan terbaru dari AS ini bakal didanai menggunakan Otoritas Penarikan Presiden (PDA). Lewat cara itu, presiden dapat mengizinkan pengiriman barang dan layanan dari persediaan yang dimiliki AS ke luar negeri, tanpa persetujuan Kongres (parlemen) dalam menanggapi keadaan darurat.
Zelensky sebelumnya juga telah memohon-mohon kepada para pemimpin AS dan Eropa agar menyediakan senjata dan peralatan yang lebih berat. Dengan begitu, Ukraina dapat menangkal serangan Rusia berikutnya.
Rusia menyebut tindakan militernya di Ukraina sebagai “operasi khusus” untuk menghancurkan kemampuan militer Ukraina. Moskow juga mengungkapkan keinginannya untuk menangkap para nasionalis berbahaya di Ukraina.
Pada Rabu kemarin, Rusia berhasil menguasai Pelabuhan Mariupol di tenggara Ukraina. Lebih dari 1.000 marinir Ukraina menyerah kepada pasukan Moskow di kota itu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil