AS Ancam Hancurkan Iran hingga Kembali ke Zaman Batu, Teheran: Niat Lakukan Kejahatan Perang!
NEW YORK, iNews.id - Iran mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengebom negaranya hingga kembali ke zaman batu. Pernyataan itu berpotensi melanggar hukum intenasional.
Misi Iran untuk PBB di New York menyebut ancaman Trump tersebut menunjukkan niat AS untuk melakukan kejahatan perang.
"Ancaman eksplisit Presiden AS untuk 'mengebom Iran hingga kembali ke zaman batu' mencerminkan ketidaktahuan, bukan kekuatan, dan bukti niat untuk melakukan kejahatan perang berdasarkan hukum humaniter internasional dan Statuta Roma," tulis Misi Iran di PBB, di media sosial X.
Disebutkan, peradaban Iran jauh lebih tua dibandingkan berdirinya AS. Iran telah berlangsung selama lebih dari 7.000 tahun, sementara AS baru berusia 250 tahun.
Kepala Staf Angkatan Darat AS Dipecat karena Beda Pendapat dengan Trump soal Perang Iran?
"Dunia tetap berutang budi pada peradaban dan pengetahuan yang telah diberikan oleh para cendekiawan Iran kepada umat manusia selama ribuan tahun. Peradaban seperti itu tidak bisa dihancurkan dengan pengeboman," demikian isi pernyataan.
Trump, dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026), sesumbar akan mengembalikan Iran ke zaman batu melalui serangan besar-besaran.
AS Sesumbar Jadikan Iran Kembali ke Zaman Batu, Gempur Habis-habisan
Trump menegaskan, sebelum operasi militer benar-benar berakhir dalam atau 3 pekan, AS menggempur Iran habis-habisan.
“Kita membuat mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan target serangan berikutnya bisa mencakup seluruh infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik.
Dalam pidato tersebut, Trump mengklaim perang melawan Iran hampir mencapai titik akhir. Dia menyebut tujuan strategis utama AS sudah hampir tercapai setelah sekitar satu bulan pertempuran intensif.
Editor: Anton Suhartono