Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menhan AS Pecat Kepala Staf Angkatan Darat di Tengah Perang Lawan Iran, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Kepala Staf Angkatan Darat AS Dipecat karena Beda Pendapat dengan Trump soal Perang Iran?

Jumat, 03 April 2026 - 07:28:00 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat AS Dipecat karena Beda Pendapat dengan Trump soal Perang Iran?
Pengunduran diri KSAD AS Jenderal Randy A George (kanan) melalui paksaan memicu spekulasi perbedaan pandangan dengan Donald Trump (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Pengunduran diri Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Jenderal Randy A George melalui paksaan memicu spekulasi kuat soal adanya perbedaan pandangan dengan Presiden Donald Trump, terutama terkait perang Iran.

Bahkan, sejumlah laporan menyebut George tidak sepenuhnya sejalan dengan agenda militer Trump, sehingga akhirnya dipaksa mundur dari jabatannya di tengah rencana AS menggelar serangan darat ke Iran.

Sumber pejabat yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan kepada CBS News, Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth menginginkan sosok kepala staf yang mampu menerapkan visi Trump secara penuh. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pengunduran diri George bukan semata keputusan pribadi, melainkan akibat tekanan dari pucuk pimpinan sipil.

Spekulasi lain menyebutkan, George dinilai bukan figur yang dapat sepenuhnya mengikuti arahan atau kebijakan Trump. Hegseth disebut mencari pengganti yang lebih loyal dan mampu mengawal agenda-agenda militer pemerintah saat ini.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) sebelumnya mengumumkan pengunduran diri George secara resmi, dengan menyebut dia akan pensiun lebih awal dari jabatannya. Dalam pernyataan singkat, Pentagon menyampaikan apresiasi atas pengabdian George selama puluhan tahun di militer.

"(Pentagon) berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama puluhan tahun kepada negara ini. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya," ujar juru bicara Pentagon, Sean Parnell.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut