Anggota Parlemen Uni Eropa Serukan Boikot Piala Dunia di Rusia
BRUSSEL, iNews.id – Anggota parlemen Uni Eropa menyerukan kepada para pejabat negara-negara Eropa untuk memboikot Piala Dunia yang akan digelar di Rusia pada Juni dan Juli mendatang.
Mereka menyebut Rusia telah mengejek nilai-nilai persatuan Eropa, terkait beberapa konflik melibatkan negara Beruang Merah itu.
Sebanyak 60 anggota parlemen menyatakan, Uni Eropa seharusnya mengikuti jejak Inggris dan Islandia yang menolak mengirim pejabat tinggi menghadiri pesta sepak bola sejagad itu.
Menurut anggota parlemen Uni Eropa, serangan menggunakan senjata kimia terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal dan anaknya, Yulia, di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu merupakan contoh terbaru dari ejekan Prsiden Vladimir Putin terhadap Eropa. Pada 2014, Rusia juga mencaplok Krimea dari Ukraina.
Kasus lain adalah dukungan Rusia terhadap rezim Bashar Al Assad di Suriah yang dituduh menggunakan senjata kimia dalam serangan di Kota Douma.
"Meskipun kami setuju olahraga dapat membangun jembatan metafora, tapi selama Putin meledakkan salah satunya di Suriah, kami tidak dapat berpura-pura Piala Dunia ini sama seperti acara olahraga besar lainnya," demikian bunyi pernyataan itu, yang disampaikan dalam acara yang diselenggarakan anggota parlemen, Rebecca Harms.
"Selama Putin secara ilegal menduduki Krimea, memenjarakan tahanan politik Ukraina, dan mendukung perang di timur Ukraina, kami tidak bisa berpura-pura bahwa tuan rumah turnamen ini adalah tetangga kami yang ramah."
Bulan lalu Pemerintah Inggris memastikan pejabat setingkat menteri dan lebih serta keluarga kerajaan tidak akan hadir di Piala Dunia sebagai protes atas penyerangan terhadap Skripal. Inggris yakin Rusia di balik serangan tesebut. Pasalnya, zat kimia yang digunakan, Novichok, dikembangkan di era Soviet.
Islandia mengikuti langkah Inggris. Meskipun bukan anggota Uni Eropa, Islandia menunjukkan solidaritasnya terkait upaya pembunuhan Skripal.
Editor: Anton Suhartono