Anggota Parlemen Uni Eropa Serukan Boikot Piala Dunia di Rusia
"Meskipun kami setuju olahraga dapat membangun jembatan metafora, tapi selama Putin meledakkan salah satunya di Suriah, kami tidak dapat berpura-pura Piala Dunia ini sama seperti acara olahraga besar lainnya," demikian bunyi pernyataan itu, yang disampaikan dalam acara yang diselenggarakan anggota parlemen, Rebecca Harms.
"Selama Putin secara ilegal menduduki Krimea, memenjarakan tahanan politik Ukraina, dan mendukung perang di timur Ukraina, kami tidak bisa berpura-pura bahwa tuan rumah turnamen ini adalah tetangga kami yang ramah."
Bulan lalu Pemerintah Inggris memastikan pejabat setingkat menteri dan lebih serta keluarga kerajaan tidak akan hadir di Piala Dunia sebagai protes atas penyerangan terhadap Skripal. Inggris yakin Rusia di balik serangan tesebut. Pasalnya, zat kimia yang digunakan, Novichok, dikembangkan di era Soviet.
Islandia mengikuti langkah Inggris. Meskipun bukan anggota Uni Eropa, Islandia menunjukkan solidaritasnya terkait upaya pembunuhan Skripal.
Editor: Anton Suhartono