Aktivis Global Flotilla Greta Thunberg Kisahkan Penyiksaan Tentara Israel di Penjara
“Di sana sangat panas. Kami terus memohon, bolehkah kami minta air? Bolehkah kami minta air?” Akhirnya, kami berteriak. Para pasukan berjalan di depan jeruji besi sepanjang waktu, tertawa dan mengangkat botol air,” ujarnya, menyoroti dampak psikologis dari perampasan dan ejekan tersebut, seperti dilaporkan kembali Anadolu, Kamis (16/10/2025).
Bukan hanya itu, tentara Zionis memaksanya memegang bendera Israel kemudian menendangnya karena menolak.
Dia juga diseret melintasi area beraspal dengan bendera Israel menyelimuti tubuhnya sambil berulang kali ditendang. Tangannya diikat erat, kemudian para tentara berkumpul untuk selfie dengannya dalam kondisi terhina seperti itu.
“Saya diseret ke area beraspal yang dipagari besi dan mereka memukul serta menendang saya sementara bendera Israel menyelimuti saya. Mereka merobek topi kodok saya, melemparnya ke tanah, menginjak-injaknya, dan meneriakkan hinaan dalam bahasa Swedia,” kata Thunberg.
Beberapa perkataan hinaan yang disampaikan tentara Israel di antaranya ‘Lilla hora’ atau perempuan kecil dan ‘Hora Greta’ perempua Greta dalam bahasa Swedia, yang mereka ulangi terus-menerus.