Afghanistan Memanas, China dan Rusia Gelar Latihan Perang Kerahkan Jet Tempur
“Tujuan dari latihan perang ini untuk memperkuat hubungan Rusia-China, kemitraan komprehensif, dan interaksi strategis, membangun kerja sama militer dan persahabatan antara angkatan bersenjata kedua negara, serta menunjukkan tekad dan kemampuan Rusia dan China untuk memerangi terorisme, bersama-sama melindungi perdamaian dan stabilitas di kawasan,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Rusia juga mendukung China menghadapi kekuatan Barat soal konflik di Laut China Selatan. Perairan strategis itu diperebutkan China dengan Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Amerika Serikat serta sekutu mengirim kapal perang ke perairan tersebut untuk menolak klaim teritorial China, berdasarkan sembilan garis putus yang bersinggungan dengan negara-negara ASEAN.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan konflik apa pun di Laut China Selatan akan memiliki konsekuensi serius bagi keamanan dan perdagangan global.
Sementara itu Wakil Duta Besar China Dai Bing merespons pernyataan Blinken dengan menyebut AS sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan serta menganggap kehadiran militer Negeri Paman Sam di perairan itu bermotif politik.