7 Landmark yang Hilang dari Sejarah, Nomor 4 Hancur Gara-gara Diledakan
Kehilangan perpustakaan ini dianggap sebagai kehilangan besar dalam sejarah peradaban manusia, karena banyak pengetahuan dan karya sastra yang lenyap tanpa jejak.
Menurut History of the Australian Theatre, Her Majesty's Theatre di Sydney memiliki tiga lantai, lampu listrik, tangga marmer yang megah, dan dapat menampung 2.000 orang.
Struktur aslinya selesai pada tahun 1887, dibangun kembali setelah kebakaran pada tahun 1902, dan terus beroperasi hingga abad ke-20.
Sayangnya, Teater ini tidak bisa bertahan melawan peradaban zaman. Pada awal 1930-an, teater tersebut membayar pajak hampir 1.000 euro, padahal teater itu sedang mengalami kerugian bisnis karena banyak pengunjung setianya yang meninggalkan teater tradisional demi hiburan yang baru.
Dan Her Majesty's Theatre mengadakan pertunjukan terakhirnya pada 10 Juni 1933.
Teater dengan bangunan tua itu dihancurkan sekitar satu hari setelah penutupan resminya. Kemudian digantikan dengan sebuah toko Woolworth, yakni toko serba ada. Penduduk Sydney pun harus kehilangan ikon budaya dan bagian penting arsitekturnya.
Dunia telah kehilangan banyak sejarah karena konflik di Timur Tengah. Pada 2015, pejuang ISIS menguasai museum Mosul, menghancurkan patung batu kuno, buku langka, dan manuskrip sebagai tindakan untuk menghancurkan sejarah secara sengaja.