5 Sniper Wanita Terhebat di Dunia yang Paling Ditakuti saat Perang, Rusia Juaranya
Ia menyelesaikan sekolah penembak jitu dan menjadi "instruktur penembak jitu bersertifikat" pada pertengahan 1930-an. Setelah berpartisipasi dalam Perang Soviet-Finlandia, ia kemudian bertempur di unit 284 Resimen Infanteri di mana dia naik ke pangkat sersan mayor.
Kualitas Petrova sebagai sniper sangat mencolok ketika dirinya berhasil mengalahkan hampir 23 tentara musuh dalam satu pertempuran saja. Petrova kemudian dipindahkan ke Front Baltik ke-3 di mana dia bertempur di Estonia, dan kemudian ke Front Belarusia ke-2 di mana unitnya berjuang untuk menguasai Elbing.
Selama pertempuran, Petrova dinominasikan sebagai “Order of Glory – 1st Class.” Namun, sebelum dia bisa menerima penghargaan, dia terbunuh pada pertempuran 1 Mei 1945 karena serangan mortir. Secara total, Petrova telah tercatat berhasil membunuh 122 musuh selama karirnya yang panjang di militer.
Sniper wanita terhebat di dunia yang paling ditakuti musuh berikutnya adalah Natalya Kovshova. Ia lahir pada 26 November 1920 di Ufa, Rusia. Ia adalah penembak jitu untuk Tentara Merah selama Perang Dunia Kedua.
Meskipun awalnya ia bekerja di sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Moskow, invasi Nazi pada tahun 1941 mendorong Kovshova untuk menunda rencana karirnya dan memilih bergabung dalam perang melawan agresi Jerman.