5 Sniper Wanita Terhebat di Dunia yang Paling Ditakuti saat Perang, Rusia Juaranya
Meskipun tak banyak yang tentang kehidupan awalnya, diyakini bahwa Lobkovskaya terdaftar di Tentara Merah setelah ayahnya terbunuh di Front Timur pada tahun 1942.
Seperti semua penembak jitu wanita di Uni Soviet, Lobkovskaya merupakan jebolan Sekolah Pelatihan Penembak Jitu Wanita Pusat di Rusia Timur. Karena keberanian dan kemampuan alaminya untuk memimpin, Lobkovskaya akhirnya dipromosikan ke pangkat Letnan di Tentara Merah. Ia ditempatkan di kompi penembak jitu wanita di Pasukan Kejut ke- 3 .
Selama kariernya, Lobkovskaya berpartisipasi dalam banyak pertempuran dan operasi. Ia tercatat telah melakukan 89 pembunuhan yang dikonfirmasi pada akhir perang.
Dalam aksi terakhirnya selama Pertempuran Berlin, Lobkovskaya dan unitnya bahkan berhasil menangkap kontingen besar tentara Jerman setelah mengepung dan mengejutkan mereka. Atas tindakannya selama perang, Lobkovskaya dianugerahi "Order of the Red Banner" dan "Medal for Courage".
Aliya Moldagulova lahir pada 25 Oktober 1925 di Bulak, Kazakhstan. Setelah menjadi yatim piatu pada usia dini, Moldagulova menghabiskan sebagian besar kehidupan mudanya bersama sang paman yang tinggal di Alma-Ata. Namun, dia kemudian dipaksa ke panti asuhan karena pamannya tidak dapat merawatnya dengan baik.