5 Fakta Demonstrasi Anti-Muslim di Inggris, Masjid dan Hotel Diserang gegara Salah Paham
Sempat beredar kabar bahwa pelaku penikaman seorang Muslim, padahal bukan. Polisi tak mengumumkan pelaku karena dia masih di bawah umur.
Pengadilan kemudian mengidentifikasi pelaku sebagai Axel Rudakubana, pria kelahiran Inggris. Hakim mencabut pembatasan pelaporan terkait pelaku kejahatan di bawah usia 18 tahun.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjanjikan respons yang cepat. Dia mengancam para pelaku kerusuhan akan mendapat hukuman setimpal, termasuk para penghasut yang mengobarkan kebencian di media sosial.
"Saya jamin, Anda akan menyesal ikut serta dalam kekacauan ini," kata Starmer.
Dia geram dengan menyebut para pelaku kerusuhan dari sayap kanan sebagai preman.
"Tidak ada pembenaran bagi premanisme sayap kanan yang telah menyebabkan serangan terhadap masjid, Muslim, dan etnis minoritas," ujarnya.
Dia menegaskan semua orang punya hak untuk merasa aman, namun komunitas Muslim dan masjid justru menjadi sasaran dan serangan.
Pejabat kepolisian Inggris mengatakan, demonstrasi diorganisasi secara online oleh kelompok sayap kanan. Mereka menggunakan beberapa istilah seperti "Cukup Sudah "Selamatkan Anak-Anak Kita" dan "Hentikan Perahu".