4 Prajurit Kopassus Jadi Legenda di Medan Tempur, Nomor 1 Takbir Sambil Bawa Granat ke Musuh
Dalam Operasi Benteng Ketaton yang berlangsung pada pertengahan 1962, pasukan melakukan terjun payung dengan sasaran utara Fakfak. Beberapa prajurit mendarat di pepohonan, sementara yang lain di tanah. Mereka segera terlibat kontak senjata dengan Belanda, menyebabkan tiga orang gugur dan beberapa anggota lain terluka tembak. Beberapa prajurit yang selamat, melarikan diri ke hutan. Agus Hernoto tertembak dan dibawa oleh pasukan medis Belanda. Alih-alih diobati, dia malah dijadikan tawanan di Sorong dan mengalami penyiksaan.
Agus tetap menolak membocorkan informasi sehingga terus-menerus disiksa. Dia juga tidak mendapatkan perawatan layak sehingga luka-luka di kakinya membusuk dan mengeluarkan belatung. Dengan peralatan medis seadanya, Agus rela diamputasi.
Karena kondisinya, Agus Hernoto kemudian dikeluarkan oleh pimpinan pasukan. Benny Moerdani selaku rekan dan atasannya mencoba membela, namun ikut dikeluarkan. Keduanya kemudian bertemu kembali dalam tim Operasi Khusus. Meskipun terhalang keterbatasan fisik, Agus Hernoto selalu berperan aktif dalam operasi intelijen seperti Operasi Komodo. Atas jasanya, dia mendapat anugerah kehormatan Bintang Sakti pada 1987, saat itu berpangkat kolonel dengan jabatan Pamen BAIS ABRI.
3. Achmad Kirang
Letnan Satu (Lettu) Infanteri Anumerta Achmad Kirang merupakan salah satu anggota pasukan Kopasshanda yang ambil bagian dalam operasi pembebasan sandera pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Thailand, pada 31 Maret 1981. Pesawat Garuda dibajak lima orang anggota Komando Jihad. Seharusnya pesawat ini mendarat di Medan, namun kelima pembajak membelokkan laju pesawat menuju Kolombo, Sri Lanka, sebelum mendarat di Bangkok.
Dalam aksi pembebasan yang berlangsung hanya 3 menit ini, para pembajak ditembak mati dan tidak ada sandera yang terluka. Namun, salah seorang pembajak yang bernama Mahrizal sempat menembak jatuh Achmad Kirang dan melukai perut bawahnya. Achmad dan Kapten Pilot Herman Rante tewas beberapa hari kemudian setelah mendapat perawatan medis dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional.