3 Negara yang Asetnya Disita oleh China karena Tidak Bisa Bayar Utang
Mengutip Sindonews, beban utang ini membuat Tajikistan membayarnya dalam bentuk aset atau barang. Sebagai contoh, pada tahun 2016 perusahaan China TBEA mengerjakan proyek pembangkit listrik 400 megawatt di Dushanbe.
Dalam proyek bernilai USD349 juta itu, pemerintah Tajikistan hanya menyumbang sekitar USD17,4 juta. Sedangkan sisanya dibayarkan oleh TBEA.
Untuk melunasi hutang tersebut, Tajikistan memberikan konsesi kepada TBEA untuk mengembangkan tambang emas Kumarg dan Duoba Timur. Tak hanya itu, Tajikistan juga pernah menyerahkan sekitar 1.200 kilometer persegi tanah atau setara dengan 1 persen wilayahnya kepada China. Hal ini lantaran mereka belum bisa sepenuhnya membayar besaran utangnya ke China.
Nah, itulah tiga negara yang asetnya disita China karena tidak bisa melunasi utang. Indonesia sendiri tidak termasuk dalam negara-negara tersebut.
Meski begitu, China termasuk dalam salah satu kreditur terbesar bagi Indonesia. Dimana negara Asia Timur tersebut berada diurutan keempat sebagai pemberi utang terbesar bagi Indonesia, bersama dengan Singapura, Amerika Serikat, dan Jepang.
Editor: Komaruddin Bagja