25 Hari Shutdown, Trump-Demokrat Masih Membeku soal Dana Perbatasan
Para anggota Kongres kembali masuk kantor pada Senin (14/1), meski Trump mencemooh 30 anggota Kongres dari Partai Demokrat karena selama akhir pekan berada di Puerto Rico, wilayah pulau AS yang hangat di kawasan Karibia, untuk menghadiri pentas amal untuk pertunjukan Broadway yang terkenal, yakni “Hamilton,” sementara dia tetap berada di Washington yang bersalju.
Minggu malam, Trump, dalam salah satu dari serangkaian cuitannya, mengutip tajuk rencana oleh komentator konservatif Pat Buchanan yang mengatakan, “Potret Trump tentang Krisis Perbatasan yang tidak berkelanjutan sudah mati,’ dan beralasan bahwa jika perbatasan tidak dipertahankan, maka “Amerika Serikat , seperti yang kita ketahui sekarang, akan hilang.”
Ketua DPR AS Ogah Loloskan Anggaran Dinding Perbatasan Usulan Trump
Sebelumnya, seorang sekutu terdekat Trump di Senat mendesaknya agar setidaknya membuka kembali operasi pemerintahan federal untuk sementara dan bernegosiasi dengan Demokrat. Sebagian pemerintahan federal sudah ditutup sejak 22 Desember.
Senator Partai Republik dari South Carolina, Lindsey Graham, mengatakan kepada Fox News dirinya masih akan mendukung deklarasi darurat oleh presiden untuk membangun tembok perbatasan setelah memberikan kesempatan lain untuk pembicaraan kepada pihak Demokrat.
Pertemuan Trump dan Demokrat Buntu, Penutupan Pemerintahan AS Lanjut
“Saya mendesaknya untuk membuka pemerintah untuk sementara, sekitar tiga pekan, sebelum memberlakukan keadaan darurat. Siapa tahu kita bisa mencapai perjanjian. Apabila tidak tercapai perjanjian pada akhir tiga pekan, maka tidak ada pilihan lain,” kata Graham.
Pemberlakuan keadaan darurat nasional di sepanjang perbatasan AS-Meksiko akan memungkinkan Trump untuk membelanjakan lima miliar dolar yang dikehendakinya untuk membangun tembok tanpa persetujuan Kongres -langkah yang akan diadukan oleh Partai Demokrat ke pengadilan federal.
Editor: Nathania Riris Michico