12 Tahun Nantikan Anak, Perempuan Ini Lahirkan Bayi Kembar 5
MOGADISHU, iNews.id - Seorang perempuan Muslimah di Ethiopia melahirkan bayi kembar lima setelah berjuang 12 tahun mendapat anak. Peristiwa langka ini dialami Bedriya Adem, warga Negara Bagian Harari.
Bedriya dan suaminya sangat gembira karena kehadiran lima anak sekaligus, setelah berjuang 12 tahun memiliki anak. Apalagi, seluruh anak mereka dalam keadaan sehat di Rumah Sakit Spesialis Hiwot Fana.
Perempuan 35 tahun itu melahirkan empat bayi laki-laki dan satu perempuan, diberi nama Naif, Ammar, Munzir, Nazira, dan Ansar.
Direktur medis rumah sakit, Mohammed Nur Abdulahi, mengatakan ibu dan bayi-bayinya masih dalam perawatan medis yakni dengan berat antara 1,3 hingga 1,4 kg.
Viral Bayi Kembar tapi Beda Ayah, Kok Bisa?
Dia mengatakan, bayi yang terakhir diangkat dengan berat lebih dari 1 kg memiliki peluang tinggi untuk bertahan hidup dan tumbuh sehat.
Abdulahi menjelaskan, Bedriya hamil secara alami, tanpa bantuan program IVF atau bayi tabung. IVF bisa meningkatkan peluang kelahiran kembar jika lebih dari satu embrio yang ditransfer.
Si Kembar Beraksi di Panggung DMD, Demi Ibu Tercinta yang Terus Berjuang Wujudkan Mimpi
Peluang seorang perempuan mengandung kembar lima secara alami adalah sekitar 1 banding 55 juta.
Proses persalinan melalui operasi Caesar pada Selasa (6/5/2026) malam.
"Dia mendapat perawatan medis rutin selama kehamilan dan diberitahu mengandung lebih dari satu bayi. Dia mendapat bantuan medis yang lengkap dan tepat selama kehamilan," kata Abdulahi, kepada BBC, dikutip Minggu (10/5/2026).
Bedriya mengatakan, awalnya diberitahu hamil empat bayi. Namun saat melahirkan ternyata ada satu bayi lagi.
"Saya tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan ini dengan kata-kata," kata Bedriya.
"Saya berdoa hanya untuk satu anak, dan Allah memberi saya lima," ujarnya, mengungkapkan rasa senangnya.
Dia menambahkan, suaminya telah memiliki seorang anak dari pernikahan sebelumnya.
"Dia dulu mengatakan kepada saya bahwa memiliki (anak yang lain) sudah cukup dan saya tidak perlu khawatir, tapi jauh di lubuk hati saya menderita, secara psikologis dan emosional, karena seluruh penduduk desa membicarakan bahwa saya tidak bisa punya anak," ujarnya.
Dia mengatakan hanya seorang petani dan tidak yakin bagaimana memenuhi kebutuhan keluarganya yang bertambah besar.
"Tapi saya yakin Allah akan memberikan rezeki, melalui bantuan warga dan pemerintah," tuturnya.
Editor: Puti Aini Yasmin