Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Doni Salmanan Bersyukur Bisa Kumpul Istri usai Bebas, Sebut Perjalanan Hidup Tak Mudah
Advertisement . Scroll to see content

10 Hukum Teraneh yang Pernah Berlaku di Dunia, Nomor 5 Dilarang Mengunyah Permen Karet

Rabu, 01 Februari 2023 - 19:35:00 WIB
10 Hukum Teraneh yang Pernah Berlaku di Dunia, Nomor 5 Dilarang Mengunyah Permen Karet
Hukum yang pernah berlaku di dunia yang dianggap aneh dan nyeleneh (Foto:89stocker)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam satu pasalnya disebutkan bahwa memegang atau menangani salmon dengan cara-cara yang mencurigakan akan dikenai hukuman sesuai perundang-undangan yang sudah ditetapkan.

5. Dilarang mengunyah permen karet di Singapura 

Demi menjaga kebersihan sudut-sudut wilayahnya, pemerintah Singapura memberlakukan larangan mengunyah dan menjual permen karet. Larangan menjual permen karet bahkan sudah diterapkan sejak tahun 1992. Adalah Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama Singapura yang berada di balik penetapan undang-undang ini.

Lee Kuan Yew menetapkan peraturan tersebut lantaran sejak tahun 1980-an, Singapura sudah menghabiskan dana besar untuk membersihkan sampah bekas permen karet yang menempel dimana-mana.

6. Dilarang memberi makan burung yang hinggap di Venesia

Denda hingga $700 akan dikenakan bagi siapa saja yang memberi makan merpati di Lapangan St. Mark Venesia. Pemerintah melarang praktik tersebut, dengan alasan burung-burung itu berbahaya bagi kesehatan, dan buruk bagi monumen.

7. Dilarang naik gunung dengan telanjang di Swiss

Pemerintah di wilayah Appenzel, Swiss adalah yang pertama mengeluarkan larangan ini setelah ada kejadian pendaki Alpen dari Jerman yang berjalan telanjang melewati rombongan keluarga yang tengah berwisata di kaki gunung tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut