Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Advertisement . Scroll to see content

10 Fakta Tsunami Aceh, Tragedi 16 Tahun Lalu yang Menyebabkan 227.000 Orang Meninggal

Sabtu, 26 Desember 2020 - 12:16:00 WIB
10 Fakta Tsunami Aceh, Tragedi 16 Tahun Lalu yang Menyebabkan 227.000 Orang Meninggal
Suasana kota yang porak-poranda sesaat pascagempa dan tsunami di Aceh 16 tahun silam. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content
Kapal PLTD Apung 1 yang kini jadi museum di Banda Aceh. (Foto: Salman Mardira/Okezone)
Kapal PLTD Apung 1 yang kini jadi museum di Banda Aceh. (Foto: Salman Mardira/Okezone)

Donasi internasional menembus Rp197,5 triliun

Penderitaan orang-orang dan negara-negara yang terkena dampak mendorong tanggapan kemanusiaan di seluruh dunia. Salah satu bentuknya adalah penggalangan donasi. Total sumbangan yang terhimpun pada waktu itu mencapai lebih dari 14 miliar dolar AS (setara dengan Rp197,5 triliun untuk kurs saat ini).

Mengubah jalur pelayaran

Gempa dan tsunami besar di Aceh 16 tahun lalu ikut memengaruhi jalur pelayaran di Selat Malaka. Bencana alam itu telah mengubah kedalaman dasar laut di perairan yang memisahkan Malaysia dengan Pulau Sumatra itu. Di satu tempat, kedalaman air yang sebelumnya mencapai 4.000 kaki mendangkal menjadi 100 kaki, sehingga pelayaran mustahil dan berbahaya dilakukan.

Seluruh bumi bergetar

Menurut hasil penghitungan para ahli, Gempa Aceh 2004 menyebabkan seluruh planet bumi bergetar 1 sentimeter.

“Secara global, gempa ini cukup besar untuk menggetarkan seluruh planet hingga setengah inci, atau satu sentimeter. Di mana pun kami memiliki instrumen, kami dapat melihat gerakan,” ungkap profesor geosains di Penn State University Amerika Serikat, Charles Ammon, dikutip CNN.

“Biasanya, gempa bumi kecil mungkin berlangsung kurang dari satu detik; gempa bumi berukuran sedang mungkin berlangsung beberapa detik. Gempa ini berlangsung antara 500 dan 600 detik,” kata dia.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut