Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Advertisement . Scroll to see content

10 Fakta Tsunami Aceh, Tragedi 16 Tahun Lalu yang Menyebabkan 227.000 Orang Meninggal

Sabtu, 26 Desember 2020 - 12:16:00 WIB
10 Fakta Tsunami Aceh, Tragedi 16 Tahun Lalu yang Menyebabkan 227.000 Orang Meninggal
Suasana kota yang porak-poranda sesaat pascagempa dan tsunami di Aceh 16 tahun silam. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

15 negara terdampak

Sebanyak 15 negara terdampak oleh bencana Tsunami Aceh 2004. Kelima belas negara itu adalah Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, Myanmar, Maladewa, Malaysia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, Afrika Selatan, Yaman, Kenya, dan Madagaskar.

Total korban jiwa lebih dari 220.000 orang

Korban meninggal dunia dalam bencana tersebut mencapai 227.898 jiwa. Indonesia berada di urutan pertama dengan total 167.540 orang meninggal dunia dan 500.000 lebih penduduk kehilangan tempat tinggal.

Kekuatan tsunami setara lima megaton dinamit

Energi tsunami yang menyapu daratan Aceh 16 tahun silam setara dengan lima megaton dinamit. Indonesia menjadi negara yang terkena dampak paling besar, diikuti Sri Lanka, India, dan Thailand.

Bencana alam paling mematikan di abad ke-21

Peristiwa Tsunami Aceh 2004 atau oleh kalangan internasional juga disebut “2004 Indian Ocean earthquake and tsunami” alias Gempa Bumi dan Tsunami Samudera Hindia 2004, sejauh ini masih tercatat sebagai bencana alam paling mematikan di abad ke-21.

PLTD Apung 1

Bencana Tsunami Aceh 2004 memang sangat dahsyat. Gelombang tsunami itu bahkan mampu menghanyutkan PLTD Apung 1, sebuah kapal berbobot 2.600 ton, sejauh 2–3 km ke daratan. Saat ini, bangkai kapal Apung 1 menjadi tempat wisata populer di Kota Banda Aceh.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut