Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keajaiban Selawat, Penjual Rujak di Cirebon Naik Haji usai Nabung 27 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Kamiseng Tukang Becak asal Bantaeng Naik Haji, Menabung 26 Tahun Hasil Mengayuh

Rabu, 29 April 2026 - 17:48:00 WIB
Cerita Kamiseng Tukang Becak asal Bantaeng Naik Haji, Menabung 26 Tahun Hasil Mengayuh
Kamiseng dan istri tampak semringah setelah impiannya pergi naik haji ke Tanah Suci terwujud setelah 26 tahun menabung hasil keringat menarik becak di Bantaeng, Sulsel. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id – Perjuangan panjang selama 26 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji membuahkan hasil manis bagi Kamiseng. Tukang becak asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan ini akhirnya mampu mewujudkan impiannya ke Tanah Suci dari hasil keringatnya mengayuh pedal.

Bergabung dalam Kloter 12 Embarkasi Makassar, Kamiseng berangkat bersama istri tercintanya, Risnawati. Senyum bahagia tak lepas dari wajah keduanya saat memasuki Aula Mina Asrama Haji Sudiang, Makassar, untuk prosesi pelepasan. 

Perjalanan Kamiseng menuju Baitullah penuh dengan liku. Merantau ke Mamuju, Sulawesi Barat, ia menggantungkan hidup sebagai penarik becak. Dengan penghasilan tak menentu, berkisar Rp50.000 hingga Rp90.000 per hari, Kamiseng tetap teguh pada niatnya untuk berhaji.

Kunci keberhasilan pasangan ini adalah konsistensi. Sejak tahun 2000, setiap kali pulang menarik becak, Kamiseng menyisihkan Rp30.000 hingga Rp50.000 untuk dimasukkan ke dalam celengan. Uang tersebut ia bagi dengan sangat teliti untuk kebutuhan dapur dan biaya sekolah anak-anaknya.

"Saya tidak menyangka bisa sampai ke titik ini. Modal saya hanya niat dan sabar. Setiap hari ada hasil, saya sisihkan sedikit demi sedikit," ujar Kamiseng penuh syukur di Asrama Haji Sudiang, Rabu (29/4/2026).

Setelah tabungan di celengan dirasa cukup, pada tahun 2013 Kamiseng memberanikan diri mendaftarkan namanya dan sang istri ke kementerian agama setempat. Setelah menunggu antrean selama 13 tahun, panggilan yang dinanti pun tiba.

Total tabungan yang ia kumpulkan selama puluhan tahun akhirnya mampu melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) yang mencapai puluhan juta rupiah. Baginya, bisa berangkat bersama istri adalah kado terindah dari kesabarannya mengayuh becak selama puluhan tahun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut