Kisah Haru Kakek Pencari Kayu Bakar di Banjarnegara, Nabung 20 Tahun Akhirnya Naik Haji
BANJARNEGARA, iNews.id – Kegigihan luar biasa ditunjukkan oleh Bukri (65), kakek pencari kayu bakar asal Desa Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Setelah menabung selama 20 tahun dari hasil keringatnya, impian Bukri untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci akhirnya menjadi kenyataan.
Kisah Bukri menjadi bukti nyata bahwa niat yang tulus dan kerja keras mampu mewujudkan impian yang bagi sebagian orang dianggap mustahil.
Keseharian Bukri jauh dari kemewahan. Setiap hari, dia masuk dan keluar hutan di dekat rumahnya untuk mencari kayu bakar. Kayu-kayu tersebut kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, di balik kesederhanaannya, Bukri memiliki tekad baja. Sejak dua dekade lalu, dia disiplin menyisihkan uang hasil penjualan kayu bakarnya sebesar Rp20.000 setiap hari untuk ditabung. Sedikit demi sedikit, tabungan tersebut dikumpulkannya khusus untuk biaya keberangkatan haji.
"Saya jualan kayu bakar, hasilnya saya sisihkan sedikit-sedikit, sehari Rp20.000. Alhamdulillah, setelah 20 tahun akhirnya cukup untuk daftar dan berangkat haji," ujar Bukri dengan raut wajah bahagia, Jumat (15/5/2026).
Kini, penantian panjang sang kakek telah berakhir. Bukri dijadwalkan segera bergabung dengan kelompok terbang (kloter) jamaah haji lainnya dari Kabupaten Banjarnegara untuk berangkat menuju Mekkah.
Segala persiapan fisik dan mental telah dilakukan Bukri. Baginya, bisa berangkat haji adalah mukjizat yang ia jemput dengan kesabaran luar biasa selama puluhan tahun.
Kisah kakek Bukri ini pun mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak yang merasa terinspirasi oleh keteguhan hatinya dalam menjaga niat meski hanya bekerja sebagai pencari kayu bakar.
Kini, sang kakek tinggal menghitung hari untuk melihat langsung Ka'bah, tempat yang selama 20 tahun ini hanya bisa ia lihat dalam gambar dan doa-doanya saat beristirahat di tengah hutan. Keberangkatan Bukri menjadi pengingat bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak dan manusia mau berusaha.
Editor: Kastolani Marzuki