Ia bahkan menilai operasi cepat Israel di Gaza akan memberikan keamanan lebih besar bagi para sandera. “Saya sebenarnya percaya mereka akan lebih aman jika Israel bergerak cepat dan benar-benar melakukan operasi tersebut,” tambahnya.
Ketika Trump Pamer Koleksi Topi Pribadi ke Presiden Zelensky dan Macron
PBB: Gaza Hadapi Bencana Kelaparan
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi kemanusiaan di Gaza. Dalam laporan terbarunya, PBB menyatakan krisis pangan di Gaza telah mencapai fase 5 atau tingkat tertinggi dalam skala kerawanan pangan. Setidaknya 500 ribu warga Gaza disebut menghadapi ancaman kelaparan, kemiskinan ekstrem, hingga kematian.
“Kelaparan ini terjadi di depan mata kita semua. Dunia harus bertindak. Ini bukan sekadar krisis, tapi bencana yang dapat dicegah. Ini adalah kelaparan yang dipicu oleh kekejaman, dibenarkan dengan alasan balas dendam, didiamkan oleh ketidakpedulian, dan dibiarkan karena keterlibatan pihak-pihak tertentu. Dunia harus merasa malu dan bertindak lebih baik,” tegas pakar PBB dalam konferensi pers.
Mereka mendesak Israel membuka akses bantuan kemanusiaan, menghentikan serangan, dan mengizinkan distribusi pangan dalam skala besar.
Namun, pemerintah Israel membantah temuan tersebut. Tel Aviv menuding laporan PBB didasarkan pada “kebohongan Hamas” dan menegaskan tidak ada kelaparan di Gaza.
Reaksi Dunia Arab
Deklarasi PBB mengenai bencana kelaparan di Gaza menjadi perhatian besar di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi mengecam keras memburuknya situasi kemanusiaan akibat terhambatnya pasokan bantuan makanan selama berbulan-bulan.
Riyadh menilai Israel harus bertanggung jawab atas krisis ini dan mendesak komunitas internasional mengambil langkah segera untuk menghentikan penderitaan rakyat Gaza.
Editor: Komaruddin Bagja