JAKARTA, iNews.id - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, menegaskan Hantavirus bukan penyakit baru seperti Covid-19. Penjelasan itu disampaikan di tengah ramainya kabar outbreak Hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius.
Menurut Prof Tjandra, Hantavirus sudah dikenal dunia medis sejak puluhan tahun lalu dan pertama kali dilaporkan menyerang manusia sekitar era 1970-an di Korea Selatan.
Gaya Aaliyah Massaid Tetap Stylish saat Liburan di Jepang, Meski Sambil Momong Anak
Warga KBB Positif Terinfeksi Virus Hanta, Diduga Tertular dari Gigitan Tikus
“Hanta ini sebenarnya nama sungai di Korea Selatan pada waktu pertama kali keluar. Jadi penting dipahami, ini bukan virus baru, ini bukan seperti Covid-19. Ini sudah ada sejak 1970-an,” ujarnya dalam tayangan podcast Hola Dok by Trijaya FM.
Dia menjelaskan, kemungkinan virus tersebut sebenarnya telah ada jauh sebelum itu. Namun, kasus infeksi pada manusia baru mulai terdokumentasi secara medis pada dekade 1970-an.
Cara Mencegah Virus Hanta yang Sudah Ditemukan di Bandung
“Bukan tidak mungkin sudah ada sebelumnya juga, tapi laporan pada manusia itu mulai sekitar 1970-an,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak langsung panik menyikapi kabar outbreak Hantavirus yang belakangan ramai diperbincangkan.
Bandung Barat Diserang Virus Hanta, Penyakit Baru?
Prof Tjandra menekankan bahwa Hantavirus berbeda dengan Covid-19 yang muncul sebagai virus baru dan menyebar secara global dalam waktu cepat.
Sebelumnya, perhatian publik tertuju pada kapal pesiar MV Hondius setelah dilaporkan terjadi outbreak Hantavirus di kapal tersebut.
Virus Hanta Miliki Gejala Mirip Covid-19, Begini Cara Mencegahnya
Meski demikian, para ahli mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penularan penyakit yang dapat dibawa hewan pengerat tersebut.
Editor: Donald Karouw