Profil dan Biodata Wregas Bhanuteja, Sutradara Muda yang Sabet 12 Piala Citra
Semasa kuliah, Wregas sempat dekat dengan seorang sutradara dan produser bernama Ersya Ruswandono. Bahkan keduanya akrab dalam foto wisuda Wregas.
Wregas aktif di media sosial (medsos) sepertk Instagram @wregas_bhanuteja yang memiliki 32,9 ribu followers, juga Facebook Wregas Bhanuteja. Dia jarang mengekspose kehidupan pribadinya, semua tentang film yang digarapnya dan juga fotografi.
Wregas Bhanuteja pernah bersekolah di SMA De Britto College Yogyakarta. Setelah lulus SMA pada 2010, Wregas melanjutkan kuliah di Jurusan Penyutradaraan Film, Fakultas Film dan TV, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan lulus tahun 2015.
Pilihan studi Wregas ini sempat ditentang kedua orang tuanya, karena mereka berharap putranya bisa berkuliah di jurusan teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Wregas Bhanuteja sudah menyukai film sejak kecil, bahkan saat SMA ia pernah membuat film pendek bersama teman-temannya. Wregas adalah sutradara film Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan film pendek terbaik di Semaine de la Critique, Festival Film Cannes 2016 lewat film pendeknya yang berjudul Prenjak (In The Year of Monkey).
Pada film yang sama, ia berhasil memenangkan penghargaan Leica Cine Discovery Prize sebagai film pendek terbaik di festival tersebut.
Sementara film panjang pertamanya berjudul Penyalin Cahaya pada 2021 usai premiere di Busan International Film Festival 2021, film ini berhasil memenangkan 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2021, Wregas pun terpilih sebagai Sutradara Terbaik.
Sejak kuliah, Wregas juga sudah banyak mengukir prestasi lewat film yang digarapnya, bahkan ia dinobatkan menjadi sutradara termuda yakni di usia 22 tahun dalam kompetisi di 65th Berlin International Film Festival 2015 pada kategori Berlinale Shorts Competition.