Penuh Semangat! Audrey Bianca Cerita Perjuangan Mewujudkan Proyek BWAP di Sumba
Selain proses riset, tantangan lain datang dari sisi logistik. Lokasi proyek yang berada di wilayah terpencil membuat pengiriman material dan pelaksanaan pembangunan membutuhkan perencanaan yang matang.
Audrey mengungkapkan bahwa tim harus menyusun berbagai skenario agar seluruh kebutuhan proyek dapat tiba tepat waktu dan pembangunan berjalan sesuai target.
"Banyak sekali kami harus rencanakan, dari pengiriman barang, pembangunan aulanya, dan timeline-nya," katanya.
Di balik berbagai tantangan tersebut, Audrey mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari masyarakat setempat. Ia terkesan dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan warga selama proses pengerjaan proyek berlangsung.
Warga Kampung Lete Palolo disebut aktif membantu proses pengangkutan barang hingga turut serta dalam berbagai pekerjaan pendukung. Antusiasme tersebut membuat proyek berjalan lebih lancar sekaligus memberikan pelajaran tentang pentingnya kebersamaan dalam membangun komunitas.
"Mereka sangat senang, mereka ikut membantu mengangkut barang, ikut beres-beres. Komunitasnya terasa sekali, kami belajar banyak dari mereka," ungkap Audrey.
Melalui proyek ini, Audrey berharap kehadiran listrik tenaga surya dan fasilitas serbaguna dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia juga berharap program BWAP ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini masih minim akses infrastruktur.
Editor: Muhammad Sukardi