Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BWAP Miss Indonesia Audrey Bianca Tak Sekadar Terangi Sumba, tapi Bangun Kemandirian
Advertisement . Scroll to see content

Penuh Semangat! Audrey Bianca Cerita Perjuangan Mewujudkan Proyek BWAP di Sumba

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34:00 WIB
Penuh Semangat! Audrey Bianca Cerita Perjuangan Mewujudkan Proyek BWAP di Sumba
Tim BWAP Miss Indonesia untuk Miss World 2026. (Foto: Aziz Indra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idMiss Indonesia 2025Audrey Bianca mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi saat menjalankan proyek Beauty with a Purpose (BWAP) di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek tersebut menjadi program BWAP pertamanya yang dilaksanakan di luar Pulau Jawa sejak menyandang gelar Miss Indonesia.

Melalui proyek bertema 'Habis Gelap Terbitlah Terang', Miss Indonesia 2025 Audrey Bianca menghadirkan akses listrik tenaga surya serta membangun aula serbaguna bagi masyarakat di tiga wilayah di Sumba. Program ini ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup warga yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dasar.

Namun, sebelum proyek terealisasi, Audrey dan tim harus melalui proses yang tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Miss Indonesia 2025 Audrey Bianca. (Foto: Aziz Indra)
Miss Indonesia 2025 Audrey Bianca. (Foto: Aziz Indra)

Menurut Audrey, timnya melakukan riset dan observasi secara mendalam sebelum menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan. Langkah tersebut dilakukan agar proyek tidak berangkat dari asumsi, melainkan berdasarkan kebutuhan nyata warga.

"Kami tidak ingin asumsi ya, kayaknya oh mereka harus ada ini, harus itu. Kami harus betul tanya dan observasi kepada desa itu apa yang mereka perlukan. Dan yang mereka perlukan adalah lampu dan akses," ujar Audrey Bianca dalam acara penandatanganan prasasti proyek di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Selain proses riset, tantangan lain datang dari sisi logistik. Lokasi proyek yang berada di wilayah terpencil membuat pengiriman material dan pelaksanaan pembangunan membutuhkan perencanaan yang matang.

Audrey mengungkapkan bahwa tim harus menyusun berbagai skenario agar seluruh kebutuhan proyek dapat tiba tepat waktu dan pembangunan berjalan sesuai target.

"Banyak sekali kami harus rencanakan, dari pengiriman barang, pembangunan aulanya, dan timeline-nya," katanya.

Di balik berbagai tantangan tersebut, Audrey mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari masyarakat setempat. Ia terkesan dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan warga selama proses pengerjaan proyek berlangsung.

Warga Kampung Lete Palolo disebut aktif membantu proses pengangkutan barang hingga turut serta dalam berbagai pekerjaan pendukung. Antusiasme tersebut membuat proyek berjalan lebih lancar sekaligus memberikan pelajaran tentang pentingnya kebersamaan dalam membangun komunitas.

"Mereka sangat senang, mereka ikut membantu mengangkut barang, ikut beres-beres. Komunitasnya terasa sekali, kami belajar banyak dari mereka," ungkap Audrey.

Melalui proyek ini, Audrey berharap kehadiran listrik tenaga surya dan fasilitas serbaguna dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia juga berharap program BWAP ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini masih minim akses infrastruktur.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut