Pandji Pragiwaksono Ambil Hikmah dari Kasus Toraja, Janji Hati-hati Menulis Materi Stand Up
Menurut Pandji, pengalaman mengikuti proses sidang adat menjadi salah satu momen yang sangat berkesan dalam hidupnya. Dia menilai tradisi yang dijalankan masyarakat Toraja memiliki nilai budaya yang sangat kuat.
Terpukul Ditinggal Vidi Aldiano, Isyana Sarasvati: Kamu Hadiah Terindah
"Menurut saya pengalaman saya di Toraja adalah salah satu pengalaman yang sangat berkesan, melewati proses sidang yang adil dan demokratis dan senang bisa terlibat dari sebuah tradisi yang sudah berjalan selama ribuan tahun," kata dia.
Kasus ini bermula dari materi stand up comedy Pandji yang menyinggung ritual pemakaman adat Rambu Solo di Toraja. Candaan tersebut kemudian menuai protes karena dianggap menyinggung masyarakat setempat.
Sebagai bentuk penyelesaian secara adat, Pandji kemudian menjalani sidang adat di Tana Toraja. Dalam proses tersebut, kedua belah pihak menyampaikan permintaan maaf untuk meredakan polemik yang sempat terjadi.
Pandji juga telah menjalani sanksi adat yang diputuskan dalam sidang tersebut. Pada 10 Februari 2026, dia menjalani denda adat berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam di Tana Toraja.
Meski telah menjalani sanksi adat, proses hukum atas laporan dugaan penghinaan tersebut masih berjalan di Bareskrim Polri. Pandji menegaskan dirinya akan tetap kooperatif mengikuti setiap tahapan yang dijalankan oleh penyidik.
Editor: Dani M Dahwilani